Experience Is The Best Teacher
Pengalaman yang cukup banyak tersebut saya coba tuliskan disini, walaupun tak semuanya:
Note: Tulisan ini ditulis langsung dari benak gw, jadi otomatis kalo misalnya ada kata yang menunjukkan "gaya bicara" gw tolong dimaklumi, karena sejujurnya ini blog sebelumnya gw pengen biar jadi blog pribadi gw.
1. Pengalaman Hacking
Pengalaman dalam hal hacking yang gue cukup banyak. Security dan keamanan berdasarkan pandangan sebagian orang adalah hal yang tidak penting. Mereka berpikir semua orang di lingkungannya tidak akan mencoba melakukan hacking. Atau saya sendiri bingung - mungkin mereka pikir "Data yang mereka masukkan tidak dapat digunakan untuk hacking karena fitur forget password akan menanyakan pertanyaan lainnya". Hal ini menjadi kelemahan sebagian orang, termasuk teman gue dulu dan sekarang. Bagi gue sendiri, hacking ini hanya untuk mengetes seberapa pentingnya social network menurut orang yang gue hack, jadi hanya untuk menilai/melihat reaksi orang tersebut ketika mengetahui akunnya di hack. Dan terbukti - orang yang hobi FB-an pasti langsung marah pas gue kasih tahu.
1a. Kelas 6 - Saat itu, gue menemukan akun orang yang gue sukai (nama censored dan pastinya cewe karena gue bukan orang homo/gay) menggunakan Security Question yang 99% lemah! Dalam akun yahoo-nya terpasang security question: Siapa nama lengkapku? - Pastinya gue bisa menjawabnya. Security question kedua yang gue temukan pun sangat mudah untuk dijawab. Saat itu, ketika gue berhasil, gue menemukan di inboxnya bukti orang tersebut udah 'suka' atau lebih tepatnya PDKT sama orang lain. Sejak saat itu, gue pun ganti orang yang gue suka (gue emang kurang setia), dan saat itu juga gue posting hal itu di wallnya sendiri dan di wall temen gue. Karena masih berbekas sikap 'suka' gue sama dia, gue ga tega membiarkan akunnya begitu saja gue diemin, apalagi dia termasuk 'newbie' dalam hal hacking/recovery account. Akhirnya gue kasitau kalo gue yang gitu-in akunnya, dan dia pun marah. Caps lock di handphone alias huruf kapital semua dia lontarkan ke gue lewat SMS sambil berkata-kata yang sedemikian kasar yang baru pertama kalinya gue dikatain itu. Sejak itu, gue kapok "hacking FB" di kelas 6.
1b. Kelas 7
Kelas 7 ini, masih dengan target cewe, karena hal yang gue sadari, cowo kurang peduli kalau accountnya di hack. Ini terbukti saat gue nge-hack account temen gue di kelas 6 yang ga ada spesialnya, dia cuma bikin account baru dan gue ga dapet apa-apa. Bagi gue - useless. Oke... Target gue adalah seorang temen koko gue, nama masih hidden. Saat itu, gue harus [manually] bruteforce/menebak email target gue yang adalah 'friend' FB gue. Cara bruteforce ini hanya untuk mengetahui email. Dan setelah itu gue mendapatkan akun emailnya, really simple emailnya. Namun hal ini belum tentu membuktikan kesuksesan hacking ini. Selanjutnya gue lakukan hal yang sama - hacking dengan recovery password! Success! Email gmail yang orang tersebut pasang sangatlah simple! Dan ini menginspirasi gue untuk meng-hack FBnya. Sukses lagi! Namun kali ini, tak ada apa-apa yang aku dapat dari FBnya. Hanya saja dari emailnya gue temukan salah satu email yang ia kirimkan ke pihak *produsen makanan* yang cukup terkenal berisi ceritanya dengan produk itu. Itu membuat gue ketawa, namun bagi gue really cool alias lumayan keren bagaimana dia bisa menulis cerita tersebut dan mengirimkannya ke pihak *produsen makanan* tersebut, kayak fans berat artis sama penggemarnya!
Kesimpulan:
Dalam dunia hacking, asal anda login di tempat yang terjamin keamanannya, menggunakan password yang baik, dan menggunakan jawaban recovery yang hanya bisa dijawab oleh anda sendiri, saya berani jamin pasti akun anda aman. Kalau tidak ingin di hack, gunakan security question yang hanya bisa dijawab anda sendiri. Menggunakan password yang sulit ditebak sebenarnya mudah, hanya mungkin anda sering lupa dengan password tersebut menyebabkan anda tidak mau menggunakan password yang sulit. Perjalanan hidup saya dengan internet dan komputer hingga saat ini tidak pernah berhasil ditebak passwordnya oleh siapapun
wah sugoi
BalasHapus